Rumah Panggung Jadi Masjid

KM Mada Oi Pangguli. Masjd Baitul Ilahi Kelurahan Kendo Kecamatan Raba Kota Bima merupakan Masjid utama Masyarakat Kendo sebagai tempat shalat berjamaah. Berikut hasil liput crew KM Mada Oi Pangguli bersama Nasrudin,SH selaku ketua pengurus BKM Masjid Baitul Ilahi, Selasa (21/04) sekitar jam 17.00 wita di kediamannya.

Masjid Baitul Ilahi berada di tengah kampung tepatnya jalan pembangunan Rt 06 Rw 02 Kelurahan Kendo Kecamatan Raba Kota Bima dengan luas area 3,5  dengan bangunan Masjid 15 x 15 meter.

Masjid Baitul Ilahi didirikan sekitar tahun 1970 secara swadaya oleh masyarakat namun sebelum berdirinya Masjid ini masyarakat Kendo ± sekitar tahun 1954 hanya sebuah langgar/musholah yang berbentuk rumah panggung dengan berlantaikan papan, genteng sebagai atap langgar dengan ukuran ± 12 x 12 meter dan pada saat itu posisinya berada di ujung kampung.

Perkembangan serta pertumbuhan masyarakat yang begitu cepat sehingga membuat masyarakat melakukan kesepakatan/musyawarah sehingga menghasilkan kesepakatan langgar/musholah tersebut di angkat/pindahkan di tengah-tengah kampung dengan alasan agar langgar/musholah tersebut dapat dijangkau oleh semua warga. Langgar/Musholah pada saat itu selain menjadi tempat ibadah oleh masyarakat juga menggunakan sebagai tempat musyawarah.

Pada Tahun 1970 mulailah di bangun Masjid permanen dengan merombak langgar/musholah, dengan beratapkan seng dan lantai cor licin, ukuran Masjid ± 12 x 12 meter yang bisa menampung ratusan jamaah.

Tahun 1980an dilakukanlah rombak total dengan dana patungan warga Kendo dengan pontasi bangunan lantai 2, proses pembangunannya dilakukan secara bertahap karena membutuhkan dana yang besar. Dalam proses perjalanannya pembangunan Masjid dapat selesai seperti saat ini dengan bantuan hampir ratusan juta oleh H Nur Latif saat itu menjabat kepala daerah.   

Potensi/keunikan Masjid Baitul Ilahi tidak jauh berbeda dengan masjid-masjid lainnya di Kota Bima bentuknya persegi empat dengan kubah kecil terbuat dari aluminium, tipe Masjid masih jauh dari harapan masyarakat karena sesuai rencana masjid ingin membuat kubah dari aluminum besar yang dapat menutup sebagian besar masjid sehingga tidak lagi menggunakan atap genteng/seng namun lagi-lagi terkendala oleh dana.

Organisasi-organisasi Masjid antara lain BKM Baitul Ilahi, Remaja Masjid, Majelis Ta’lim dan TPQ Baitul Ilahi adapun kegiatan rutin setiap hari Jum’at dilakukan pengajian oleh Majelis Ta’lim baik dari Kendo maupun Kota Bima, yasinan bersama setiap malam Jum’at, tadarusan setiap ba’da magrib serta pengajian/ceramah agama.

Kegiatan tahunan seperti peringatan hari-hari besar islam, sholat minta hujan dan sholat Id di bulan ramadhan, adapun bentuk toleransi antar umat beragam masyarakat Kendo pada umumnya ramah dan saling menghargai, toleransi dan menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

Kegiatan pembinaan rutin dilakukan seperti pengajian/ceramah agama bagi anak-anak, remaja dan orang tua.

“jangan hanya melakukan pendataan atau apapun namanya, mohon kalau bisa pemerintah dapat menyalurkan bantuan apapun untuk Masjid ini” saran Nasrudin, SH.

Di akhir wawancara beliau sangat mengharap bantuan pemerintah “kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah dalam mewujudkan beberapa rencana kami masih kendala dengan dana diantaranya halaman Masjid ingin dipasang paving block sehingga dapat digunakan untuk shalat id dan pembuatan kubah masjid” harapnya.

Dalam proses wawancara kami juga mendapatkan informasi tambahan dari salah satu pengurus Masjid Tayeb Ismail selaku Marbo dan kami bersyukur wawancara berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan dari narasumber. (din) - 01

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru