logoblog

Cari

Tutup Iklan

Musholla Bergaya China Ada di Narmada

Musholla Bergaya China Ada di Narmada

Mushollah Di Atas Bukit Sebuah mushollah yang bertengger di atas bukit merupakan salah satu bukti muallaf  sorang etnis Tionghoa. Mushollah tersebut dibangun

Direktori Masjid

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
29 Januari, 2017 18:21:53
Direktori Masjid
Komentar: 7
Dibaca: 56752 Kali

Sebuah musholla yang bertengger di atas bukit merupakan salah satu bukti muallaf  sorang etnis Tionghoa. Musholla tersebut dibangun pada tahun 2010 dengan gaya artsitektur China. Keberadaan mushollah  yang terletak di Jurang Malang,  Desa Pakuan,  Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat adalah juga wujud kecintaannya pada agama Islam.

Berawal dari sebuah mimpi di tahun 1989, Ang Thian kok didatangi sejumlah Kiai di rumahnya yang terletak di Selagalas. Pada malam lain, isterinya pun juga bermimpi membaca dua kalaimah syahadat. Dari mimpi itulah Ang Thian Kok (65 tahun) berpikir bahwa rupanya mimpi tersebut merupakan sebuah hidayah bagi dirinya dan juga pada isterinya Tee Mai Fung untuk memeluk agama Islam. Akhirnya ia pun bersama isterinya hijrah ke Islam pada tanggal 16 Mei 1989.

Pasangan suami-istri yang beretnis Tionghoa ini akhirnya resmi menjadi muallaf dengan nama Islam Muhammad Maliki dan Siti Maryam yang disempurnakannya dengan menunaikan ibadah haji masing-masing tahun 1990 dan 1993.

Beralih agama menjadi Islam bukan sekedar mengikuti hidayah. Akan tetapi, sebagai seorang muallaf yang kini resmi menjadi pemeluk agama Islam, H. Maliki beserta dengan isteri H. Siti Marayam benar-benar berkeyakinan Islam dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran Islam. Inilah yang terjadi pada diri H. Maliki dan keluarganya, semenjak memilih Islam sebagai jalan keselamatan dunia akhirat, mereka benar-benar menjalankan ibadah sesuai syariat Islam dan berjuang menebar syiar Islam.

Cerita mimpi mengenai sejumlah Kiai yang datang ke rumahnya adalah sesuatu yang bisa diterjemahkan ke dalam suatu yang nyata. Pada tiap minggunya yaitu tepatnya malam Kamis,  ratusan orang yang selalu berkumpul di rumahnya untuk mengikuti pengajian yang diisi oleh sejumlah tuan guru dari Lombok, baik tuan guru yang berasal dari Lombok Timur, Lombok Barat , Lombok tengah, maupun tuan guru dari Kota Mataram.

H. maliki yang kini benar-benar terfokus pada penebaran Islam dengan melalui dakwah, ia pun memanfaatkan harta yang dimiliki yaitu dengan membangun tiga musholla. Dua musholla unik berarsitektur China yaitu di Jurang Malang Narmada dan diberi nama Mushollah Ridwan, sedangkan Musollah yang terletak di Sangiang Desa Langko Lingsar diberi nama Mushollah Abu Bakar Shiddiq. Demikian juga satu Mushollah yang berada di dekat rumahnya di Selagalas bernama Mushollah Athaaillah.

Khususnya Musollah yang terletak di Jurang Malang Desa Pakuan Narmada, ide pembuatannya berawal dari sebuah majalah yang diterbitkan oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) tahun 2009.  Dari majalah tersebut, H. Maliki terimajinasi pada sebuah ganbaar masjid yang didirikan oleh Yayasan H.M. Cheng Hoo, Surabaya, Jawa Timur dengan sebuah model masjid berarsitektur China yang unik dan bagus. Akhirnya bagunan mushollah di Jurang malang pun diarahkan oleh H. Maliki dan mengikuti sebuah gambar masjid berarsitektur China yang ada di Surabaya.

Berdasar dari arahan H. Maliki tentang model Mushollah yang dibangun di Jurang malang Desa Pakuan Kecamatan Narmada  Lombok Barat ini, ia pun  langsung dibuatkan oleh kawan Chinanya yang berasal dari Surabaya. Akhirnya mushollah tersebut mulai dibangun dan diberi nama Mushollah Maliki dan posisinya berada di atas bukit (dataran tinggi).

Atas terlaksananya pembangunan mushollah yang berarsitektur China di Jurang Malang, warga masyarakat sekitar pun menyambutnya dengan baik. Namun, nama mushollah tersebut hanya bertahan selama 3 (tiga) hari . Mushollah tersebut berganti nama menjadi Mushollah Ridwan dengan suatu alasan yang cukup menarik.

Pergantian nama pada  mushollah berkaitan dengan sebuah mimpi yang dialami oleh H. maliki, yaitu disaat pertama kali dikerjakan mushollah tersebut, ia pun bermimpi melihat diirinya lomba  ambil kelapa muda. Dalam lomba tersebut, ia mendapat  juara  dan berhasil memecahkan kelapa itu lalu diminum airnya. Anehnya, di dalam kelapa muda itu nampak sebuah tulisan ‘Ridwan’. Atas dasar tulisan itu, H. Maliki meminta Pak Satral, penunggu mushollah untuk membuka pancang nama Musholla Maliki untuk diganti menjadi Musholla Ridwan.

Bila diamati, Musholla Ridwan berbentuk segi delapan. Tampilan warna merah merekah nampak menonjol pada bangunan tersebut. Posturnya didesain sedemikian rupa sehingga membuat bangunan ini memiliki ciri khas seperti Wihara atau Klenteng. Bangunan tersebut cukup mencolok mengingat ia berdiri di atas bukit dan berada di tengah perkampungan umat Islam.

 

Baca Juga :


Adapun luas mushalla tersebut yaitu kurang lebih 10 (sepluh) meter persegi. Pada bagian dalamnya hanya terdiri dari ruang sholat, namun tetap saja terdapat ruang khusus untuk imam, yaitu pada bagian depan.

Untuk keindahan Mushollah Ridwan, perancang bangunan ini melengkapinya dengan tulisan kaligrafi pada sudut-sudut atas. Gambar  H.Maliki pun tak ketinggalan dipajang pada dinding atas. Sebuah bingkai kaca yang di dalamnya terdapat tulisan tentang sejarah berdirinya Mushollah Ridwan terpajang pada dinding bagian belakang. Sedangkang pada bagian lantai dilengkapi dengan permadani yang dapat dipakai untuk sholat berjama’ah.

Selain keunikan yang dimiliki oleh bangunan mushollah ini, kesejukan alam pun dapat dirasakan di lokasi mushollah ini, melihat karena terdapat banyak pohon rimbun di sekitarnya. Selain itu, lokasi ini pun kaya dengan air karena di dekatnya ada sebuah sungai.

Pada bagian bawah dari bukit tempat berdirinya mushollah terdapat sebuah kolam berair bening dengan ratusan ikan yang makin menambah daya tarik musholla ini. Di sekitar mushollah ini terdapat beberapa berugak, tempat wudhu yang bersih, kolam ikan, serta sejumlah pohon buah-buahan.

Untuk mencapai mushollah yang berada pada atas bukit ini, terdapat dua buah tangga yang berpangkal dari dasar bukit, namun kedua tangga beton tersebut menyatu dan berujung di depan pintu halaman atas mushollah.

Dari keunikan dan keindahan mushollah milik H. Maliki, tidaklah mengherankan kalau banyak dikunjungi oleh orang. Para pengunjung di sini, memang kebanyakan datang untuk berekreasi sambil berselvi-ria.

Selain Musollah Ridwan sebagai tempat sholat berjama’ah 5 waktu, berbagai kegiatan lain yang sering diselenggarakan di tempat ini. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah pengajian, belajar mengaji untuk anak-anak, sholat taraweh, sebagai tempat pertemuan bagi ummat islam atau warga sekitar, bahkan sebagai tempat pernikahan.

Menurut petugas mushollah yang ada di lokasi ini bahwa barang siapa yang melangsungkan pernikahan atau akad nikah di Mushollah Ridwan akan diberikan hadiah, baik berupa kambing atau bentuk lain.Itulah salah satu keistimewaan Mushollah Ridwan. [] - 05



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

7 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    18 Juni, 2017

    Mushollah Bergaya China Ada Di Narmada


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    23 Februari, 2017

    Kaula, Masih banyak bule perancis yang sering ke desa Mas-Mas


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    23 Februari, 2017

    Kaula,kokgakpernahmuncul lagi


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    23 Februari, 2017

    Terus Tingkatkan prestasi nulis......


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    23 Februari, 2017

    kita-kita sama berkarya,ayo maju terus....


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    23 Februari, 2017

    terimakasih Kaula


  • KM Kaula

    KM Kaula

    05 Februari, 2017

    penulis yang luar biasa.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan