logoblog

Cari

Tutup Iklan

Misteri Masjid Kuno Songak

Misteri Masjid Kuno Songak

MASJID KUNO SONGAQ, MASJID PENUH TANDA TANYA KM. MASBAGIK. Masjid merupakan bangunan peribadahan yang secara luas tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Masjid

Direktori Masjid

KM Masbagik
Oleh KM Masbagik
02 Desember, 2016 03:56:36
Direktori Masjid
Komentar: 0
Dibaca: 43278 Kali

MASJID KUNO SONGAQ, MASJID PENUH TANDA TANYA

KM. MASBAGIK. Masjid merupakan bangunan peribadahan yang secara luas tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Masjid pada umumnya digunakan sebagai tempat beribadah dan sebagai tempat untuk melakukan perayaan kegiatan agama islam lainnya. Namun ada juga yang memiliki fungsi lain seperti sebagai fungsi sosial. Berbagai kegiatan agama dan budaya di lakukan juga di lingkungan masjid.

Salah satu contoh masjid yang menggunakan bangunan masjid untuk pusat fungsi sosial dan fungsi agama yaitu Masjid Kuno Al-Falah Desa Songak. Salah satu kegiatan penggabungan fungsi social dan agamanya berupa mengadakan kegiatan adat “Bubur Puteq” yang biasanya dilakukan pada setiap tahun antara tanggal 1-10 Muharram. Hal itu diperjelas oleh pendapat salah satu ketua remaja Desa Songak yang bernama Saiful. Ia mengatakan bahwa di Desa Songak antara agama dan budaya selalu bersamaan. Mulai dari mengadakan rapat persiapan di masjid, mengadakan acara adat di masjid setelah itu ziarah ke makam salah satu wali yang ada di sana.

Menut keterangan mangku adat Desa Songak yang bernama Guru Murdiah untuk keterangan siapa yang membuat masjid dan tahunnya belum bisa diketahui secara pasti. Karena memang dari sejak buyutnya tidak pernah ada yang menceritakan tentang kronologis bangunan sacral ini. Bahkan masyarakat berpendapat masjid ini “ tiwoq an diriq maraq tengkong” artinya “muncul sendiri seperti jamur”. Areal masjid ini berukuran 20 x 30 meter dengan ciri dua bangunan yaitu bangunan utama yang berada di barat dan halaman yang berada di sebelah timurnya. Dahulu disekitar areal masjid juga terdapat bangunan rumah jajar sebanyak Sembilan buah. Namun sekarang bangunan tersebut sudah tidak bisa ditemukan lagi karena areal masjid sudah digunakan oleh masyarakat sebagai perkampungan. Untuk itu, warga masyarakat dan pemangku adat berupaya mencoba mengembalikan kembali tatanan masjid dahulu dan diperkirakan untuk pembebasan lahan warga menelan dana tiga miliar rupiah.

Kekurangan data dan informasi mengenai pembuatan masjid ini mengundang banyak kalangan berdatangan mengunjungi situs bersejarah ini. Diantaranya menurut pemangku adat Desa Songak pada tahun 2015 ada rombongan dari jawa yang mengaku sebagai keturunan Prabu Siliwangi datang secara tiba-tiba. Ia bersama rombongannya berjumlah lima orang telah berkeliling di Nusantara dan di Pulau Lombok untuk mencari dimana Prabu Siliwangi memperdalam ilmunya. Dan setelah mereka tiba di Desa Songak ia pun meminta izin kepada pemangku adat untuk tiga hari tiga malam untuk tinggal di masjid. Dan dari penturun pemangku adat yang dikerjakan oleh rombongan itu hanya berdzikir saja. Dan menurut rombongan tersebut di tempat inilah Prabu Siliwangi memperdalam ilmunya dengan ilmu Lombok yang bernama ilmu “Kalimashodo”. Dari keterangan tersebut diperkirakan bangunan masjid ini telah dibangun sejak abad ke-16.

Namun ada pula yang memberikan informasi yang berasal dari luar daerah mengaatakan masjid ini sudah dibangun sejak zaman pra sejarah dibuktikan dengan tekstur dan tekhnik pembuatan batu masjid. Sedangkan menurut keterangan dari Gus Imam yang berasal dari tanah jawa juga memperkirakan bangunan ini telah dibangun sejak abad ke-9 bila dilihat dari Songak konon sempat dijadikan sebagai tempat belajarnya para wali songo sebelum menyebarkan agama islam di Pulau Jawa. Dan informasi terakhir menyatakan bahwa bangunan ini dibuat pada abad ke-13 oleh Datu Selaparang dilihat dari pondasinya yang terbuat dari tanah tidak sama dengan masjid kuno lain yang pondasinya terbuat dari batu hitam. Jadi dapat ditarik kesimpulan untuk tahunnya masih terdapat berbagai versi yaitu didirikan pada zaman pra sejarah, abad ke-9, abad ke-13 dan abad ke-16. Sedangkan mengenai tokoh ulama yang mendirikan bangunan ini tertuju pada salah satu tokoh yang bernama Syaid Subaqir al-Pusyeah yang dikenal oleh warga masyarakat dengan nama Pu Syeah. Namun mengenai keberadaan makamnya masih menjadi misteri bagi warga karena ada yang mengatakan waliullah ini menghilang tepat di masjid ini dan ada pula yang mengatakan beliau hilang di salah satu tempat yang sekarang dijadikan nama tempat yang bernam pu syeah.

 

Baca Juga :


Bangunan sacral ini memiliki ciri khas dinding bangunan yang terbuat dari 15 macam tanah yang digumpalkan menjadi satu dengan menggunakan tangan. Hal itu terlihat jelas dari bekas jari-jari yang terlihat dari cetakan batu masjid ini. Ukuran batu tanah itu kira-kira memiliki panjang satu jengkal tangan orang dewasa (± 22 cm). bagian usuk masjid terdiri dari 3 buah tiga buah yang sejak dahulu selalu seperti itu padahal sempat ketika melakukan renovasi tidak pernah terpikirakan mengenai hal itu. Namun setelah jadi dan diperhatikan usuknya selalu berjumlah demikian. Bagian tengah atap masjid terdapat empat buah ramon yang bersilang dan pada bagian tengahnya berdiri sebuah tiang penyangga. Salah satu peninggalan lain yang terdapat di masjid ini yaitu naskah khutbah yang pembuatannya masih belum bisa diketahui karena ada yang mengatakan naskah khutbah jum’at tersebut terbuat dari kulit dan ada juga yang mengatakan terbuat dari kertas. Naskah tersebut memiliki perbedaan dengan naskah khutbah yang berada di masjid kuno lain yang terbuat dari kulit dan menggunakan akasa sasak, namun ditempat ini dibuat dengan menggunakan kulit/kertas yang menggunakan bahasa arab dengan tulis tangan. Dibagian puncak masjid terdapat seperti perkakas rumah yang berbentuk gerabah yang dinamakan Tepak. Konon pada bagian atap masjid yang tertutup itu tinggal lima hewan dara yang selalu menjaga Desa Songak ini. Bahkan sempat diceritakan apabila terjadi kebakaran disekitar Desa Songak, kelima burung pasti akan selalu keluar dan akan mengambil air di salah satu telage / waduk dan akan terbang tinggi ke atas dan secara tiba-tiba api yang berkobar akan langsung padam. Dan warga dari Desa sekitar Songak mengatakan setelah kejadian itu kelima burung ajaib tersebut akan balik dan pulang ke puncak masjid Desa Songak. Namun menurut warga Songak sendiri tidak pernah melihat kelima hewan ajaib tersebut. Sekali lagi tempat ini mengundang tanda tanya bagi kita semua.

Keanehan itu tidak hanya sampai disitu saja salah satu ulama besar di Pulau Lombok yaitu Al-Magfurllah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al-Pansaury tidak pernah mau mengisi pengajian di Desa Songak malah beliau akan menghadiri majelis yang ada di sebelah dari Desa ini seperti Desa Sakra dan Desa-desa lain di sekitar Songak. Beliau menurut informasi dari Pemangku Adat berkata jikalau ada yang ingin belajar agama silahkan langsung ke Desa Pancor, karena Desa Pancor dan Desa Songak sangat dekat. Namun yang menjadi masalah Desa lain yang berada di dekat Songak selalu beliau kunjungi.

Keanehan lain juga ditemukan dari warga masyarakat Desa Songak yang tidak bisa melafalkan kata masjid dalam penyebutan tempat ibadah ini. Sejak masa pemerintahan kepala Desa Songak pertama yang bernama Jero Kertasih hingga sekarang meraka malah akan mengatakan “Musigit” atau “Mahjit” sebagai penyebutan masjid. Itulah berbagai tanda tanya besar yang penulis temukan ketika mengadakan penelitian bersama-sama rekan-rekan remaja ke Desa Songak. Semoga dengan tulisan ini semakin menambah khazanah wawasan kita tentang banyaknya tempat yang memiliki nilai ilmu dan sejarah yang luhur. Salam pergerakan dari kampung.

By_Andre D’Jails () -01



 
KM Masbagik

KM Masbagik

Nama: Andre Kurniawan, S. Pd. TTL: Kesik, 01 April 1990. Alamat: Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Pekerjaan: Swasta. No. HP: 082340354845. Email: Andrejail17@yahoo.com.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan