logoblog

Cari

Tutup Iklan

Masji Bengan Songak, Unik dan Bersejarah

Masji Bengan Songak, Unik dan Bersejarah

KM. Sukamulia – Tidak pernah diduga jika saya akan sampai di masjid tua yang begitu unik ini. Masjid Bengan Songak, demikianlah

Direktori Masjid

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
23 Juli, 2016 01:11:22
Direktori Masjid
Komentar: 0
Dibaca: 32251 Kali

KM. Sukamulia – Tidak pernah diduga jika saya akan sampai di masjid tua yang begitu unik ini. Masjid Bengan Songak, demikianlah masyarakat sekitar menyebut Masjid Kuno yang hingga saat ini masih aktif difungsikan sebagaimana layaknya masjid lainnya. Saya sampai di masjid tua ini pada tanggal 29 Ramadhan lalu (03 Juli 2016) pada saat pelaksanaan Tradisi Nyanga. Pada saat itu saya langsung bertemu dengan pengurus masjid tersebut (Murdiah, S. Ag dan Saeful Haqqul Yakin). Dari merekalah saya mendapatkan informasi tentang seluk beluk Masjid Bengan Songak yang merupakan salah satu situs cagar budaya dan salah satu peninggalan sejarah islam yang masih utuh di wilayah Desa Songak Kecamatan Sakra Pusat Kabupaten Lombok Timur.

Usai melaksanakan prosesi Maleman Nyanga, kami berkumpul di kediaman Bapak Murdiah, S. Ag dan kepada beliau saya bercerita mengenai program Direktorat Masjid NTB. Mendengar informasi tersebut, beliau memberikan respon positif dan berharap supaya program tersebut dapat terealisasi. Lama bercerita, beliaupun menceritakan seluk beluk keberadaan Masjid Bengan Songak kepada saya dan teman-teman Pemuda Pelopor Lombok Timur lainnya. Beliau berharap supaya Masjid Bengan Songak dapat ditulis dalam Buku Direktorat Masjid NTB jika suatu saat buku tersebut bisa diterbitkan.

Masjid Bengan Songak merupakan masjid pusaka yang sangat bersejarah dan memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Desa Songak pada khsusunya dan masyarakat Lombok Timur pada umumnya. Masjid bersejarah ini betul-betul dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sekitarnya dan selama penelusuran penulis, baru kali ini penulis menemukan Masjid Kuno yang sangat terjaga dan difungsikan sebagaimana fungsi masjid secara umum. Itulah sebabnya, penulis tertarik untuk mempublikasikan kebaradaan masjid pusaka ini sebagai bagian dari tulisan Direktorat Masjid Kampung Media NTB.

1. Lokasi/Alamat dan Luas Area Masjid

Masjid Bengan Songak atau disebut juga dengan nama Masjid Tua Songak. Masjid ini pernah disebut dengan nama Masjid Al-Falah namun nama tersebut tidak digunakan lagi sebab masyarakat Songak lebih akrab menyebut bangunan bersejarah ini dengan nama Masjid Bengan Songak atau Masjid Tua Songak.

Masjid Kuno ini berada di tengah-tengah perkampungan masyarakat Dusun Songak Timur Desa Songak Kecamatan Sakra Pusat. Masjid ini didirikan di atas sebidang tanah berukuran luas 8 are. Tanah tempat didirikannya masjid ini merupakan tanah masjid yang memang sejak dahulu ditempati oleh Bangunan Masjid Bengan Songak. Lokasinya tidak sulit-sulit amat untuk ditemukan sebab situs cagar budaya yang satu ini berada di pinggir jalan raya Sakra – Selong. Letaknya tidak begitu jauh dari gerbang perbatasan Kota Kabupaten Lombok Timur (gerbang masuk Kota Selong dari arah Sakra).

Bangunan induk Masjid Bengan Songak berukuran luas 9 x 9 meter dengan aula depan berukuran 10 x 10 meter. Bangunan induk Masjid Bengan Songak didirikan di atas pondasi setinggi 175 cm dengan lima buah anak tangga yang masing-masing berukuran 35 cm. Di atas pondasi itulah dibangun tembok/didinding berukuran tinggi 2,5 meter. Tembok masjid ini terbuat dari bahan tanah liat berbentuk bata yang sudah dibakar dan sepertinya bata mentah yang dibuat dengan kepalan tangan.

Di depan bangunan utama terdapat aula berukuran luas 10 x 10 meter dengan tiang penyanggah sebanyak 25 buah, 20 buah terbuat dari beton dan 5 buah ting lainnya terbuat dari kayu. Aula ini digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sosial dan juga difungsikan sebagai tempat belajar mengaji oleh anak-anak sekitar pada setiap selesai shalat magrib hingga selesai shalat isa. Di sebelah timur aula terdapat bangunan jading dan toilet yang masing-masing berukuran 2 x 2 m dan 2 lokal tempat wudu’ yang dibuat memanjang.

Halaman masjid ini dipagari oleh tembok yang disusun dari bahan batako dengan ketinggian sekitar 150 cm. Pada setiap pinggir halaman masjid ini terdapat taman bunga yang ditata rapi dan membuat halaan masjid ini tampak elok dipandang mata. Tidak heran jika masjid ini kerap didatangi pengunjung dari berbagai daerah atas kepentingan wisata sejarah, penelitian sejarah dan sebagainya.

2. Ornamen/Arsitektur

Jenis arsitektur yang digunakan oleh Bengan Songak adalah arsitektur tradisional yang diakulturasikan dengan arsitektur modern. Bentuk arsitektur masjid ini tidak jauh beda dengan arsitektur masjid-masjid kuno lainnya yang ada di sekitaran pulau Lombok, ya arsitekturnya bisa dikatakan mirip dengan Masjid Demak sebab menurut cerita masjid ini sejaman dengan Masjid Demak.

Masjid ini memiliki tiga pintu utama dengan bentuk dan ukuran yang sama. Pintu utama masjid ini berbentuk lonjong pada bagian atas dengan ukuran tinggi 180 cm dan berukuran lebar 80 cm. Setiap daun pintu utamanya dibuat dengan bentuk pintu kuri (daun pintu yang terdiri dari dua bagian) yang masing-masing bagian berukuran lebar 40 cm. Ketiga pintu utama tersebut berada di bagian timur (menghadap kiblat), utara dan selatan.

Bagian utama bangunan masjid (inan masjid: bahsa Sasak) berukuran 9 x 9 meter. Di tengah-tengaah bangunan masjid terdapat empat tiang soko guru yang memang merupakan tiang soko guru sejak awal keberadaan masjid ini. Keempat buah tiang soko guru ini tebuat dari bahan kayu, konon si tiang tersebut terbuat dari kayu nangka dan kayu lenggorongan yang sejak awal keberadaan masjid ini belum pernah diganti, dengan demikian keempat tiang soko guru tersebut sudah berumur ratusan tahun.