logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menengok Masjid Kuno Rembitan

Menengok Masjid Kuno Rembitan

Pulau Lombok adalah salah satu pulau yang terletak di pulau sunda kecil (nusa tenggara) yang terpisahkan oleh selat Lombok dari Bali

Direktori Masjid

KM. Mutiara
Oleh KM. Mutiara
28 Juli, 2015 08:13:14
Direktori Masjid
Komentar: 0
Dibaca: 75818 Kali

Pulau Lombok adalah salah satu pulau yang terletak di pulau sunda kecil (nusa tenggara) yang terpisahkan oleh selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Pulau dengan luas 4.725 KM persegi ini memiliki sejuta sejarah dan adat istiadat yang sangat menarik untuk di kupas salah satunya adalah wisata religinya. Pulau Lombok di sebut-sebut sebagai pulau seribu masjid maka salah satu sejarah wisata religi  yang menarik untuk di kupas adalah tentang masjid.

Dalam bukunya Gazalba dikatakan bahwa masjid adalah suatu lambang Islam  yang merupakan barometer atau ukuran  dari keadaan masyarakat muslim pada  suatu ruang dan waktu. Masyarakat muslim mempercayai bahwa masjid adalah pusat dimana umat islam melakukan ritual keagamaan tertinggi karena amasjid adalah rumah Allah SWT. Salah satu masjid kuno sebagai saksi sejarah masuknya islam di pulau Lombok adalah masjid kuno rembitan.

Rembitan adalah nama sebuah desa di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jika dari Kota Mataram jarak yang di tempuh adalah kurang lebih 49 km atau sekitar kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Tetapi jika melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) jaraknya sekitar 10 km dengan waktu tempuh sekitar 10 atau 15 menit. Kondisi topografi wilayah ini merupakan daerah perbukitan yang dilintasi jalan raya menuju kawasan wisata pantai selatan pulau Lombok.

Letak dari Bangunan masjid kuno rembitan ini berbeda dengan masjid-masjid kuno lainnya yang ada di Lombok. Bangunannya terletak di tengah-tengah perkampungan penduduk. Masjid ini terletak di atas bukit namun masih dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk disekitaran masjid.

Bangunan Masjid kuno Rembitan berukuran 7,80 m X 7,60 m. disebelahnya terdapat sebuah kolam dalamnaya 2,50 m. dengan garis tengah bagian atas 5 m dan bagian bawahnya 3 m. pondasi atau lantai bangunan tersebaut terbuat dari tanah. Bangunan masjid menjadi sangat khas ketika seluruh bangunan menggunakan tali temali dengan bahan ijuk dan tali soat, yaitu sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Tali mengikat atap (alang-alang) menggunakan “ male “.

 

Baca Juga :


Ada yang khas dari masjid ini yaitu mihrab pada dinding barat yang tidak menghadap kiblat secara tepat, Menurut warga setempat bahwa sudah dilakukan beberapa kali renovasi untuk menghadapkan kepada mihrab yang tepat tetapi selalu kembali kepada bentuk dan arah awalnya. Entah benar atau tidak yang penting adalah itu sudah menjadi kepercayaan dari warga sekitaran Masjid Kuno Rembitan.

Selain itu bentuk dari pintu masuk masjid juga terlihat sedikit aneh yakni dibuat hanya setengah, menurut warga setempat ini mengandung makna sama seperti rumah-rumah adat sasak di sade yaitu ketika memasuki rumah orang sasak tamu harus menundukkan kepala dengan makna menghormati pemilik rumah. Begitu juga makna dari pembuatan pintu setengah pada masjid kuno ini.

Seperti kebanyakan masjid-masjid lain, masjid rembitan masih dipakai oleh warga setempat untuk upacara ritual keagamaan seperti sholat dan mengaji tetapi itu hanya dilakukan pada magrib dan isa’ kalau yang lain tidak. Entah apa alasannya tetapi itu sudah menjadi kepercyaan turun temurun dari warga disekitaran masjid.  [] - 05



 
KM. Mutiara

KM. Mutiara

Baca yang seharusnya diBaca Fikir yang seharusnya diFikirkan Kerja yang seharusnya diKerjakan Kampung Medianya PMII admin @Yas Arman Al Yho Baca-Fikir-Kerja

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan