logoblog

Cari

Tutup Iklan

Al-Umari Masjid 7 Abad

Al-Umari Masjid 7 Abad

Sekitar tahun 1246 ketika runtuhnya Islam Selaparang oleh Banjar Getas dan Bali di wilayah Bayan, maka Islam Selaparang waktu itu melakukan

Direktori Masjid

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
18 April, 2015 16:08:42
Direktori Masjid
Komentar: 4
Dibaca: 47893 Kali

Sekitar tahun 1246 ketika runtuhnya Islam Selaparang oleh Banjar Getas dan Bali di wilayah Bayan, maka Islam Selaparang waktu itu melakukan pengungsian ke arah selatan di wilayah Aikmel, kemudian bergeser ke arah selatan di sebuah hutan belantara. Di hutan belantara ini, Islam Selaparang membentuk Bangsa Kelayu, dan wilayah kekuasaan Islam Selaparang ini disebut Kelayu.

Salah seorang keturunan dari Islam Selaparang pada waktu itu adalah Tuan Guru H. Umar Urbani yang ingin melihat Bangsa Kelayu memilki kesantunan dan keimanan yang kuat, sehingga beliau membangun sebuah masjid kecil di Kelayu pada tahun 1300. Masjid itu diberi nama Al – Umari yang memilki arti tersendiri, yakni Al adalah kata depan, dalam bahsa Inggris adalah “the”. Sedangkan Umari adalah nama dari toko para sahabat Nabi.

Model Masjid Al – Umari pada waktu itu berbentuk segi empat. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, atapnya dari dedaunan, dan lantainya berupa tanah yang dipadatkan dan ditutupi dengan sejumlah tikar yang terbuat dari daun lontar.

Bangunan masjid ini dulunya berada pada daratan yang agak tinggi jika dibandingkan dengan permukaan jalanan yang terbentang di depannya. Begitu pun juga tempat untuk mengambil air wudhu adalah sebuah kolam persegi empat panjang yang berada di bagian bawah masjid, sehingga ketika akan berwudhu harus menuruni sebuah tebing yang tingginya sekitar 5 meter ke bawah. Luas masjid ini 10 X 10 meter persegi dan tidak memilki mahkota di atapnya.

Dua puluh tahun kemudian, setelah Masyarakat Lombok mulai mengenal tembok atau semen, masjid ini mengalami renovasi yaitu dinding beserta lantainya diperbaiki dengan mempergunakan tembok atau semen. Saat hubungan bangsa Indonesia dengan Italia sudah lancar, TGH. Umar Urbani mendatangkan marmer dari Negara italia, sehingga pada lantai masjid ini sudah memepergunakan keramik atau marmer Italia. Renovasi masjid ini pun terlaksana pada zaman Belanda, yaitu pada tahun 1320 dengan luas 20 X 15 meter persegi dan memilki mahkota yang berbentuk bundar dan dipuncak mahkota terdapat bentuk bintang dan bulan sabit.

Pada tahun 1970, oleh pengurus Masjid Al – Umari melakukan perluasan bangunan yaitu dengan 40 are. Dalam renovasi ini, masjid ini memilki dua ruangan, yakni ruangan depan dan ruangan utama (dalam). Begitu pun juga dibuatkan tangga dari jalan raya menuju ke atas masjid ini.

Tahun 2000, dilakukan lagi renovasi besar-besaran, yang mana sebuah menara yang berdiri disamping masjid ini dengan ketinggian 20 meter. Begitu pun juga bangunan ini berubah menjadi sebuah bangunan yang berlantai empat dan pada tiap sisi dan lantai bangunan ini terbuat dari beton. Pada lantai pertama atau paling bawah, yang mana dengan mempergunakan areal tanah yang telah disejajarkan dengan permukaan jalanan. Di lantai satu (bawah) ini terdiri dari beberapa ruang, yaitu ruangan kantor, ruangan perpustakaan, ruangan untuk tempat wudhu dan toilet. Sedangkan pada bagian pinggir lantai bawah ini, sebuah ruangan yang berukuran 10 X 10 dengan model ruangan musholah. Namun di dalam ruangan yang bermodel musholah ini ditemukan sebuah tangga yang terhubung dengan lantai dua.

Pada lantai dua terdiri dari dua ruang, yaitu ruangan utama yang juga sebagai tempat sholat yang dilengkapi dengan mimbar untuk berceramah. Sedangkan pada bagian luar dari lantai dua ini adalah sebuah ruang yang bersusun dua, yang masing-masing lantai pada setiap susun memiliki areal yang cukup luas untuk ditempati sholat. Ruangan yang bersusun dua ini adalah sebenarnya satu ruangan yang mengelilingi ruangan utama. Lantai dua ini memilki beberapa tangga yang terhubung dengan lantai bawah dan jalanan, begitu pun juga dengan sejumlah tangga yang terhubung dengan lantai di atasnya. Pada tempat wudhu dan toilet, sebuah tangga yang melingkar dan terhubung dengan lantai dua.   

Pada lantai tiga adalah sebuah ruangan yang mengelilingi suatu ruang yang berlubang, yang mana ruangan berlubang ini adalah berhubungan langsung dengan lantai dua yaitu ruangan utama, sehingga jama’ah yang berada di lantai tiga dapat melihat penceramah di atas mimbar. Untuk lantai empat dari bangunan masjid ini hanya ditemukan sebuah ruangan yang berukuran 10 X 10 meter persegi, yang letaknya pada bagian atas belakang. Ruangan ini juga menyerupai model ruangan musholah.

Keunikan yang lebih menonjol pada bangunan masjid ini adalah bangunan ini berdampingan langsung dengan sebuah jalan raya, sehingga dari pandangan mata bahwa antara jalanan dan bangunan masjid seolah-olah satu lokasi. Keunikan lain dari bangunan yang cukup besar ini adalah ditemukan sejumlah tangga yang menghubungkan antara lantai yang satu dengan lantai yang lainnya.

Pada tahun 2015, merupakan kelanjutan dari renovasi masjid ini, yang menambahan tempat parkir di pinggir bangunan masjid, dan persis berada di tepi jalan raya, Keunikan atau potensi yang lainnya adalah sebuah menara yang kini sudah mencapai sekitar 50 meter ke atas. Jadi ketika suara adzan telah tiba, masyarakat Kelayu dan sekitar dapat mengetahui waktu sholat.Hal lain adalah masjid ini memiliki dua mahkota, yaitu mahkota pada bangunan depan dan mahkota pada bangunan belakang. Namun antara ruang dengan ruang yang ada dalam dua bangunan yang bermahkota ini adalah satu kesatuan fisik bangunan.

Keunikan non fisik atau kepercayaan yang terkait dengan keberadaan Masjid Al – Umari ini adalah bahwa pada tahun 1800, ketika keturunan Raja Suralaga menyerbu bangsa kelayu, mereka tidak berhasil menguasai bangsa kelayu karena masyarakat yang ada di wilayah ini pada berkumpul di masjid ini sambil berdoa. Akhirnya keturunan Raja Suralaga mengundurkan diri tanpa alasan.

Pada tahun 1967, yaitu pada peristiwa pengganyangan bangsa Cina di Tanjung dekat Kelayu, bangsa Kelayu datang berkumpul di masjid ini untuk berdoa, yang akhirnya seketika itu situasi pengganyangan bangsa Cina yang ada di sekitar wilayah Kelayu dengan cepatnya aman.

 

Baca Juga :


Atas perhatian dan kecintaan masyarakat Kelayu pada  keberadaan masjid yang megah ini, masyarakat kelayu membentuk suatu organisasi masjid. Adapun pengurusnya adalah H. Hudayatullah, MA sebagai ketua pengurus masjid, H. Hosium, S.Pd sebagai sekertaris, Drs. TGH. Muh Nur Ilyas sebagai bendahara.

Selain itu, bagian-bagian kepengurusan masjid ini adalah bagian peribadahan (kordinator : TGH Yusron Zahidi, SHI), bagian pendidikan ( kordianator : H. Makhsun safii, bagian peringatan hari besar islam (kordinator :  Drs.  Syahdul Hamid, MA). Sedangkan untuk  Khotib yaitu Uts Zukri dan bagian kemanan adalah para satpam Masjid Al - Umari.

Kegiatan rutinitas yang ada pada Masjid Al Umari ini adalah melaksankan sholat  5 waktu dalam sehari semalam. Pada setiap hari selasa subuh yaitu  majelis taqlim membuka kitab dan dipandu oleh TGH. Hudayadatullah dan Zahid. Pada kegiatan ini, yaitu  dengan melakukan pengkajian tapsir. Pada setiap hari selasa setelah sholat azhar, dimana  majelis taqlim juga membuka qitab dan dipandu oleh H. fadlullah dengan amalan tentang hadits dan al-qitab.

Selain itu, majelis tabliq membuka halqah/ceramah pada tiap harinya yaitu selesai sholat lohor.

Untuk berjalannya program organisasi di atas,  masjid ini memperoleh sumber dana dari waqaf berupa sawah dan kebun sebanyak 13 hektar dari TGH Umar Urbani. Begitu pun juga masjid ini memiliki badan zakat.

Pada Masjid Al – Umari ini, pengurus masjid bersama dengan jama’ah selalu melakukan kegiatan tahunan, yakni pada 1 muharram dengan melakukan pengajian di masjid. Pada tiap  12 rabi’ul awal yaitu dengan melakukan kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, adalah perayaan hari Israj Mirraj dengan merangkaikan  pengajian pada waktu malam setelah sholat isha.

Kegiatan tahunan yang lain adalah perayaan hari raya Idhul fitri dan hari raya idhul Adha yang dilakukan di dalam masjid ini. Untuk hari raya idhul adha masyarakat kelayu melakukan kurban, yaitu dengan pemotongan sapi secar besar-besaran, seperti pada tahun ini yaitu tahun 2014 dengan 52 ekor sapi yang dukurbankan. Sedangkan pada 17 ramadhan, turunnya alquran  yaitu dengan kegiatan ceramah setiap selesai soholat  taraweh. Begitu pun juga dengan kegiatan tilawa qur’an yang pada tiap tahunnya yaitu dengan melakukan penghafalan atau membaca quran secara bergiliran yaitu pada bulan ramadhan yaitu habis taraweh. Pada 7 syawal dengan  pengajian malam yaitu  pengajian malam di saat melakukan puasa 6 hari setelah perayaan hari raya idhul fitri.

Bentuk toleransi antar ummat beragama masih tergolong baik, yang mana menghargai kepercayaan agama orang lain. Misalnya ketika ada hari kebesaran pada agama lain, mereka pun turut libur kantoran atau sekolah..

Kegiatan pembinaan di masjid ini  adalah dengan membentuk organis remaja masjid, selain itu adalah dengan bentuk pengjian, buka al - qitab, membaca/menghafal qur’an. Selain itu,  bagian pendidikan yang dikordinatori oleh H. fadlulah sangat aktif, khusnya dalam kegiatan pengajian, ceramah ataupun membantu pelaksanaan remaja masjid. [] - 01

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    20 April, 2015

    Masji Kelayu yang satu ini memang luar biasa,,, baik dari segi arsitektur, kegiatan dan pengelolaannya. Maju Terus Jong Celebes...


  • KM. Puspalaya

    KM. Puspalaya

    20 April, 2015

    mantap masbro, teruslah menginspirasi ummat dengan tulisan yang berbau islami...good job!


  • KM Kaula

    KM Kaula

    19 April, 2015

    kalau semua masjid di lombok sama makmurnya seperti masjid klayu ini. insyaAllah dunia ini akan aman damai sejahtera.


    1. KM JONG CELEBES

      KM JONG CELEBES

      20 April, 2015

      Iyya pak betul sekali...memang masyarakat kelayu sangat fanatik pada agamaxa...bahkan nyongkolan pun tidak dilakukan oleh orang kelayu dan agama lain pun gak boleh menjadi penduduk menetap di kelayu... Banyak juga yang sekolah ke mesir.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan