logoblog

Cari

Tradisi yang tak pernah luntur

Tradisi yang tak pernah luntur

Masjid Salahuddin Melayu salah satu masjid yang tertua di Kota Bima yang terletak di jalan Diponegoro kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, yang

Direktori Masjid

KM Samparaja
Oleh KM Samparaja
21 Februari, 2015 09:09:07
Direktori Masjid
Komentar: 0
Dibaca: 12456 Kali

Masjid Salahuddin Melayu salah satu masjid yang tertua di Kota Bima yang terletak di jalan Diponegoro kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, yang luas arelanya 25 x 30 meter. Masjid ini diperkirakan di bangun pada tahun 1641 Masehi sejak Islam masuk di Bima, dan oleh orang Melayu di Bima dijadikan pusat pengajaran agama.

Sejak awal di bangun oleh orang arab dan para Ince melayu yang dimana pertamanya hanya sebuah langgar untuk belajar mengaji dan ilmu-ilmu agama lainnya kemudian di beri nama Langgar Arab yang dimana bangunan pertama terbuat dari kayu sampai tahun 1966, setelah di renovasi tahun 1966 kemudian di ganti namanya menjadi Al-Mukarabin.

Setelah itu di renovasi lagi pada tahun 1979 dan dari langgar di perbesar menjadi Masjid dan di beri nama Masjid Salahuddin untuk mengenang sang sultan. Akhir tahun 2010 bulan Desember Masjid Salahuddin di rubah dan di perbesar oleh panitia pembangunannya yang di ketuai oleh H. M. Haris Abubakar, dan ketua pembangunannya berharap tahun ini (2015) perencanaan pembangunan menara Masjid bisa terlaksana. Toleransi dari umat agama lain yang tinggal di sekitaran Masjid untuk pembangunan Masjid ini pun sering dilakukan dengan berupa material bahan-bahan bangunan.

Tradisi dan menjadi tempat pembelajaran agama masih dan terus dipertahankan oleh warga melayu dan keturunan arab yang tinggal di sekitar Masjid kampung melayu. Kegiatan-kegiatan Majelis Taklim Ibu-ibu sering di adakan oleh persatuan Wanita Islam Indonesia dan menjadi TPA (Tempat Pembelajaran Al-Qur`an).

 

Baca Juga :


Setiaphari raya besar Islam seperti Maulid, Idul Fitri dan Idul Adha sering di laksanakan wiritan bersama seperti saat hari Maulid di Masjid ini akan di lakukan oleh para keturunan Ince dan Arab yaitu wiritan Molud yang sejak dulu seperti yang dilakukan para leluhur mereka saat membangun Masjid ini. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan